Adalah aku yang bergerak beriringan waktu;
mencoba untuk melawan takdir
Adalah aku yang mengalir bersama helaan nafas;
tak pernah kalah atau mengalah
Adalah aku yang melayang menggapai dalam riak;
selalu bertarung dengan cabikan
Tertatar peluh basin, dan anyir darah..
Menebas leher Sang Ratu yang kehilangan jati diri
Atau menuang arak bersama Sang Rahib ..
atau merobohkan barisan mata angin
Semua kulakukan
dan ya, aku Sang Penjaga
"Tunduklah di hadapanku!!" teriak ku.
Tak pernah ku menunjukkan punggungku..
Aku selalu membidik ke arah keabadian..
Kutantang restu Iblis, bersama setiap ayat-ayat kebahagiaannya..
Kutantang murka Ilahi, bersama semua ancaman yang mengiringi..
Pijakku mengakar sangat kuat,
Jejakku sangat dalam..
..sampai saat..
aku lihat embun yang kokoh berpijak pada ranting rapuhpun terjatuh..
..dan terserap musnah di hamparan kelam tanah kering.
Kurapal puja mantra..
Saat waktu tak lagi menemaniku, saat kaki tak lagi mampu menahan..
saat aku harus merangkak dan merayap..
dan saat perahuku tak mampu kukayuh..
Kurapal puja mantra..
untuk sosok yang pernah Kau hadirkan dalam lelapku:
Wujudnya tak menyeramkan,
seperti bintang malam yang bersemayam dalam lelap kelopak sang fajar.
Kurapal puja mantra
Saat waktu terus mengalir, bersama rumput yang semakin tinggi..
Aku ingin berhenti dan bersandar bersamanya..
Kulihat, saat itu, pewaris jiwaku lahir dalam akhir perjalanan..
Dan dengan senyum, akan kulihat mereka..
mengucap puja mantra doa ... disekeliling papan yang bertulis namaku..
Ditulis oleh GoNdoel pada 03 Maret 2016, di Mugi Griya
No comments:
Post a Comment