Monday, 17 September 2018

Pagi

Apakah aku mematahkan kaki-kaki keseimbangan,?
Telahkah aku meruntuhkan naungan peneduh,?
Seperti halnya benda benda langit yang terbakar saat mendekati bumi.
Aku memilih duduk di belakang jendela..
Dengan pandangan ke arah cakrawala
Semua rasa sakit yang pernah diciptakan Allah, sepertinya telah kucecap.
Seperti kutukan, aku harus menanggulanginya..
Seolah kulihat gagak - gagak yang mengendus kematianku, kematian jiwaku.
Haaah...
Seharusnya ini pagi yang sempurna..dengan matahari yang bersinar anggun..
Apakah aku akan benar benar sampai disana,?
Aku hanya harus percaya dan tetap percaya, kepada Sang Perencana, Sang Penghitung.
Sisa pagi masih cemerlang,
suara burung berharmoni dengan angin malu malu.
Pandanganku tetap sayu, ke arah cakrawala masih..
Dan aku tetap duduk di belakang jendela.

Ditulis oleh GoNdoel pada 28 Maret 2016, di Mugi Griya

No comments:

Post a Comment