Thursday, 13 September 2018

Masih

Angin menjelajah, membunyikan lonceng lonceng kecil di pucuk pucuk ranting pohon trembesi. Di permukaan danau, angin itu meninggalkan jejak jejak yang menggelombang, riak bening pada cermin air.
Disisi lain, angin membuat lingkaran lingkaran di permukaan pasir, membumbung untuk kemudian menyerakkannya.
Terus, kuikuti lankah angin..
Disatu tempat, diantara ilalang tinggi yang mengering, kulihat dia bermain main, bergemerisik membuat ilalang seperti menari. Di savana luas, dia mempermainkan angin dari arah lain.
Atau dipermainkan.
Kubiarkan mereka bermain main.
Kuarahkan pandanganku ke arah lembah, seakan sebuah wajah memandangku. Wajahnya seperti pemindahan bulan, pandangan yang memberi ketenangan.
Aku duduk disana, merengkuh setiap panorama. Sungai yang berkelok keperakan, berkelindan dengan pepohonan.
Aku yang masih membidik ke arah keabadian.

Ditulis oleh GoNdoel pada 4 Maret 2016, di Mugi Griya

No comments:

Post a Comment