"Ah, sudahlah. Ini sudah terlalu lama. Aku akan menjemputnya sekarang." kata lelaki kecil brewokan sambil berdiri dari tempatnya duduk di sudut ruangan.
"Mbah, tolong lihat dimana posisi dia saat ini,?"lanjutnya.
"Kau bawalah alat ini saja, Man. Karena dia selalu berpindah dengan cepat. " jawab lelaki tambun yang dipanggil Mbah.
Lelaki brewok tadi mengambil sebuah alat berlayar seukuran korek zippo. "Hmmm... baru nih. Oke, terimakasih" kata Si Brewok.
Tanpa memandang beberapa lelaki lain yang ada di ruangan tersebut, Si Brewok keluar ruangan. Dia mengambil FN P90 dan 2 magazine dari rak dinding. Kemudian dia naiki Penigale 1199R dan memakai helm. "Buka pintu" katanya dari balik helm. Tiba tiba pintu selebar 2.5 meter di depannya terbuka ke bawah menjadi semacam jalan seluncuran. Dan tanpa menunggu pintu tersebut terbuka sepenuhnya, Si Brewok langsung tarik gas dan meluncur. Tak dirasakannya gaya tarik trailer yang melaju ke depan saat dia keluar dari kontainernya.
===
Lelalki brewok itu terus saja menggeber motornya ke arah utara. Tak berapa lama, di belakangnya terlihat dua motor yang sama mencoba mengikutinya.
"Berapa orang,?" tanya lelaki brewok, rupanya kepada pengendara di belakangnya melalui microphone yang tertanam di helm nya.
"Kami berempat, Paman" jawab salah seorang pengendara.
"Kalian berempat, putari daerah Kayu Tangan, setelah itu belok kanan di Rajabally ke arah tugu. Setelah tiba, hujani tembakan ke arah penyerang Chikung." kata lelaki brewok yang dipanggil Paman memberikan instruksi.
Tidak berapa lama, di alun alun, Paman mengambil arah kanan menuju belakang balaikota, dan kedua motor lainnya mengambil arah kiri sesuai instruksi Paman.
Dari belakang balaikota, Paman melihat pertempuran Chikung melawan seorang lelaki jangkung. Pertempuran semakin memanas, tapi menurut Paman, tidak akan membahayakan Chikung.
Sampai tiba tiba, dari tempatnya berdiri, Paman melihat bahwa seorang lelaki berambut klimis di belakang si Jangkung menjentikan sesuatu kearah Chikung dan mengenai lutut kanannya, sehingga kedudukan Chikung sedikit goyah yang menyebabkan pukulan lelaki jangkung lawannya mengenai dadanya. DEBB,!!!
"Curang.. dia menggunakan senjata rahasia" Paman membatin.
"Paman, kami sudah tiba di depan Ahmad Yani, dan siap melakukan tembakan.." tiba tiba dari speaker di telinga Paman terdengar laporan.
"Kalian tunggu disana sebanter, sampai kusuruh"jawab Paman.
"Tandya" jawab suara pelapor tadi.
Dari tempatnya berdiri, dia melihat Chikung mulai bersiap dan kedua orang di belakang si Jangkung memasang kuda kuda. "Ah, sial. Itu Pandan Geni.."kata Paman dalam hati.
"Kalian berempat, maju dan tembak lawan Chikung sekarang. Cepat,!!!" setengah berteriak, Paman memberikan instruksi dari microphone nya.
Tanpa berancang ancang, Paman melompat ke atas motornya dan mulai menggeber motornya, tak berapa lama terdengar suara rentetan tembakan dari arah barat sesaat sebelum kedua orang musuh Chikung melepaskan pukulannya.
"Kung, kearah selatan sekarang,!!!" Paman berteriak ke arah Chikung saat musuh musuhnya teralihkan perhatiannya oleh suara tembakan. "Naik Kung" lanjut Paman tanpa mengurangi laju kendaraanya.
Mereka pun melaju dengan kencang ke arah selatan. Tak berapa lama, motor mereka masuk ke kontainer dimana Paman tadi keluar. Chikung dan Paman masuk ke ruangan, disambut oleh Mbah dan beberapa lelaki lain.
"Hahaha...masih hidup kau, Kung" kata lelaki tambun dengan rambut berantakan.
"Cuk, Jib" Chikung membalas. "Hampir saja aku selesai terkena Ajian Pandan Geni" lanjut Chikung.
"Pandan Geni,? Benarkah itu, Kung,?" tiba tiba Mbah menyela.
"Benar, Mbah. Walaupun aku melihat dari kejauhan, tapi aku yakin itu adalah Ajian Pandan Geni" Paman yang menjawab pertanyaan Mbah.
"Pandan Geni ... Pandan Geni... hmmm... Ilmu itu muncul lagi. Ontran ontran apalagi yang menanti di depan.." Mbah bergumam. "Siapa yang membawa Pandan Geni itu,?" Tanya Mbah.
"Yang Mulia Menjangan Diyu dan Yang Mulia Lembu Kuning," jawab Chikung.
BRAKK,!!! Tiba tiba lelaki tambun berambut berantakan menggebrak meja.
"Sudah kuduga. Jancuk,!!!" makinya.
Paman: Selesai
Ditulis oleh GoNdoel pdad 25 September 2018
No comments:
Post a Comment