Monday, 10 September 2018

Lelaki

Lelaki itu mulai menyadari, ada sebuah rencana besar yang sedang berjalan, dan dia tidak ingin berada diluar lingkaran. Dia juga menyadari bahwa Allah mengawal rencana-Nya dengan rahasia-rahasia. Cukuplah aku bersabar dan percaya, katanya.
Apa yang kalian rasakan saat bintang terhempas tanpa terjatuh,? Terdengarkah juga olehmu, tangisan sengsara yang memantul di lembah-lembah,? Menyayat dalam keputus asaan yang kronis. Bagaimana rasa batinmu ketika pedang pedang para pejuang tak lagi berkelebatan,?
Memamerkan penghayatan kepasrahan total, lelaki itu menundukan badannya juga kepalanya, tapi tidak hatinya.
Lelaki diawal usia tigapuluhan itu memiliki jiwa seurakan belalang. Hatinya penuh kasih, tapi sikapnya kadang sekeras baja. Kehidupannya keras tapi sangat menyenangkan. Penuh tantangan, tapi membahagiakan. Kisahnya diceritakan dari mulut, tak tergores oleh tinta. Mengembara jauh meninggalkan pemilik kisah. Pandangannya lurus ke depan, membidik tepat ke arah keabadian. Tak tergoyah seakan seribu malaikat menjadi perisai. Sehingga tidak ada pedang yang terhunus, gada yang terayun, panah yang melesat, maupun lembing yang terlontar yang bisa membuat bidikannya pada keabadian mampu teralihkan.
Walaupun pada satu titik, lelaki itu merasakan ada yang merosot pada ketetapan hatinya.
Tapi ada kekuatan lain yang menyuruhnya tidak berhenti disitu. Lelaki itu menghela nafas panjang...

Ditulis oleh GoNdoel pada 8 Maret 2016 di Mugi Griya

No comments:

Post a Comment